logo
Short Landscape Advertisement Short idul fitri 2019
Bersama Kita Membangun Kemajuan Industri Smelter Nasional
News

15 Bank Minat Danai Pembangunan Smelter Freeport di RI

Jakarta, CNBC Indonesia- Sebanyak 15 bank menyatakan minat mendanai proyek pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) PT Freeport Indonesia. 15 bank tersebut terdiri dari bank asing dan bank nasional.

"Masih dalam proses pembicaraan, tapi banyak yang minat. Mungkin sudah 15 bank yang berminat. Bank asing dan bank nasional," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat acara Halal Bihalal di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (12/6/2019).

Adapun kebutuhan dana total untuk pembangunan smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, ialah senilai hampir US$ 3 miliar. Saat ini pihaknya masih proses pembicaraan sehingga belum diketahui berapa porsi pendanaan yang berasal dari pinjaman, kas internal termasuk dari PT Inalum sebagai pemegang saham.


"Kita lagi bicara bentuknya, jumlahnya, detailnya, itu masih dalam pembicaraan. Mudah-mudahan (bisa tahun ini)," tambah Tony.

Selain itu, Freeport juga membuka opsi untuk pendanaan melalui surat utang (bond). Terkait hal itu, Freeport juga masih membicarakan bersama bank perihal jumlah, struktur, format serta instrumen pendanaannya kelak.

Tony menambahkan dari total kebutuhan pendanaan proyek senilai US$ 3 miliar, saat ini Freeport telah merogoh kocek US$ 150 juta dari kas internal.

"Angka persisnya saya lupa tapi mungkin sekitar US$ 150 juta yang sudah kita spent. Kalau sekarang masih pakai kas internal." pungkasnya.

PT Freeport Indonesia memutuskan membangun smelter secara mandiri di Gresik, Jawa Timur, dan mulai konstruksi pada 2020.

"Gresik tidak berubah, konstruksi sipilnya mungkin pertengahan 2020 jadi persiapannya agak lama," ujar VP Corporate Communication Freeport Riza Pratama pada kesempatan yang sama.

15 Bank Minat Danai Pembangunan Smelter Freeport di RI Foto: Infografis/ infografis : Di balik megahnya tambang Freeport / Aristya Rahadian Krisabella


Smelter ini akan dibangun oleh Freeport sendiri, dan diperkirakan membutuhkan lahan seluas 100 hektare. Smelter ini sendiri juga diproyeksi memiliki kapasitas hingga 2 juta ton konsentrat per tahun.

Smelter yang dibangun Freeport berlokasi di Kawasan Industri Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), yang dimiliki oleh Pelindo III dan PT AKR Corporindo Tbk.

Progres pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) PT Freeport Indonesia hingga Februari 2019 tercatat baru mencapai 3,86% dari rencana (kurva S) yang disampaikan kepada pemerintah Indonesia. Pembangunan smelter ini diperkirakan selesai pada 2022 mendatang. Smelter ini menghasilkan produk katoda tembaga 99,99%.