News Update Kata Luhut Pekerja Lokal Tak Ada di Proyek Smelter, Emang Semua TKA Punya Skill?
News

Kata Luhut Pekerja Lokal Tak Ada di Proyek Smelter, Emang Semua TKA Punya Skill?

Kata Luhut Pekerja Lokal Tak Ada di Proyek Smelter, Emang Semua TKA Punya Skill?
Tenaga Kerja Asing (TKA) masih banyak yang didatangkan ke Tanah Air seperti di proyek smelter. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menganggap kondisi itu salah satunya karena SDM atau tenaga kerja Indonesia yang mumpuni di dunia industri masih minim.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan kalau TKA hanya untuk transfer skill dalam waktu singkat itu tidak masalah. Persoalannya TKA yang didatangkan tidak semuanya seperti itu
"Problemnya TKA yang masuk mengerjakan dari mulai proses konstruksi sampai pabrik beroperasi. Itu yang aneh. Apakah tenaga kerja lokal tidak mumpuni, kemudian semua TKA punya skill? Jawabannya adalah tidak benar," kata Bhima saat dihubungi, Minggu (21/11).

Bhima merasa banyak tenaga kerja lokal yang dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan bergengsi diluar negeri. Menurutnya, Diaspora tenaga kerja di luar negeri itu sebagian ahli di bidang yang dibutuhkan Indonesia.
Kata Luhut Pekerja Lokal Tak Ada di Proyek Smelter, Emang Semua TKA Punya Skill?

Tenaga kerja asing (TKA) membubut besi untuk kebutuhan pembangunan beberapa bangunan di salah satu perusahaan pertambangan di Konawe, Sulawesi Tenggara (15/12). Foto: ANTARA FOTO/Jojon
"Problemnya pemerintah seakan mendorong paket investasi beserta tenaga kerja asingnya dan praktik ini seakan dibiarkan. Kalau sudah paket begitu bagaimana tenaga kerja lokal bisa lebih banyak dilibatkan?" ujar Bhima.

Bhima menilai hulu masalahnya adalah bargaining power pemerintah yang lemah untuk membatasi TKA. Mengenai keahlian tenaga di dalam negeri, Bhima menjelaskan sebenarnya pemerintah juga sudah membuat program pelatihan dari mulai Pendidikan Vokasi, Balai Latihan Kerja, hingga melalui Kartu Prakerja.

Untuk itu, Bhima mempertanyakan efektivitas program yang dibuat pemerintah kalau kenyataannya masih banyak TKA yang didatangkan.
"Kalau TKA nya tetap meningkat maka jadi pertanyaan besar, output-nya ke mana ya? Apakah pernah di evaluasi berapa persen lulusan prakerja yang terserap di proyek-proyek pemerintah? Ini masalah serius dan terus dinormalisasi dengan alasan tenaga kerja Indonesia produktivitas dan kualitasnya rendah," tutur Bhima.

Latest News

Antam Bangun Pabrik Belum Dapat Listrik, Anggota DPR: Konyol Sekali!
Proyek pabrik feronikel PT Aneka Tambang Tbk atau Antam di Halmahera Timur jadi sorotan beberapa anggota Komisi VI DPR. Sebab, proyek yang hampir jadi tersebut belum mendapat pasokan listrik.
Kinerja Antam Disebut Konyol, Komisi VI DPR RI Pertanyakan Soal Laba Hingga Progress Smelter Nikel
TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa membayangkan keberadaan perusahaan plat merah yang membidangi pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam bisa memberikan kontribusi besar bagi negara. Namun besarnya harapan yang ditujukan Antam tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada.
Member PT Hengtai Yuan
Member PT Indotama Ferro Alloys
Member PT Smelting
Member PT Bintang Smelter Indonesia
Member PT Meratus Jaya Iron  Steel
Member PT Cahaya Modern Metal Industri
Member PT Delta Prima Steel
Member PT karyatama Konawe Utara
Member PT Refined Bangka Tin
Member PT Central Omega Resources Indonesia
Member PT Kasmaji Inti Utama
Member PT Monokem Surya
Member PT Tinindo Internusa
Member PT Macika Mineral Industri
Member PT Indra Eramulti Logam Industri
Member PT Indonesia Weda Bay Industrial Park
Member PT AMMAN MINERAL INDUSTRI AMIN
Bersama Kita Membangun Kemajuan Industri Smelter Nasional
Switch to Desktop Version
Copyright © 2015 - AP3I.or.id All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website by IKT