News Update Arcandra Akui Olahan Nikel di Indonesia Bukan untuk Baterai
News

Arcandra Akui Olahan Nikel di Indonesia Bukan untuk Baterai

Arcandra Akui Olahan Nikel di Indonesia Bukan untuk Baterai
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pamor nikel terus meningkat seiring tren mobil listrik (electric vihicle/EV) yang sedang booming di berbagai negara di dunia. Nikel merupakan unsur penting dalam pembuatan baterai sebagai sumber energi utama.

Arcandra Tahar, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2016-2019 menjelaskan berbagai jenis nikel yang ada di dunia, Arcandra menjelaskan, yang bisa digunakan untuk baterai adalah Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), Mixed Sulphide Precipitate (MSP) dan Nickel Matte. Ketiga jenis produk tersebut bisa diolah lebih lanjut (refining) untuk menghasilkan NiSO4 dan CoSO4 untuk baterai.

Sementara produk antara berupa Nickel Pig Iron (NPI) dan Ferro Nickel (FeNi) banyak digunakan sebagai bahan stainless steel. Produksi NPI dan FeNi dihasilkan oleh smelter Blast Furnace (BF) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).

"Sampai tahun 2020, sebagian besar pengolahan biji nikel di Indonesia berada pada jalur untuk memproduksi NPI dan FeNi, bukan pada jalur untuk baterai. Untuk jalur baterai ini diperlukan teknologi hydro metallurgy yang sangat canggih dan rumit. Salah satu yang menjadi pilihan sampai hari ini adalah High Pressure Acid Leaching (HPAL)," jelas Arcandra, Rabu (7/4).

Menurut Arcandra ada beberapa alasan yang membuat HPAL sangat jarang ditemukan di dunia. Pertama, butuh investasi sangat besar. Sebagai perbandingan, capex untuk HPAL bisa 5 kali lebih mahal daripada RKEF untuk per ton nikel yang dihasilkan.

Kedua, tidak banyak perusahaan yang menguasai teknologi HPAL. Hanya perusahaan besar yang didukung dengan dana R&D besar yang mau fokus untuk mengembangkan teknologi HPAL.

Ketiga, teknologi proses yang rumit dan sangat bergantung pada kombinasi antar komposisi biji nikel dan chemical yang digunakan untuk leaching. Kesesuaian ini yang menyebabkan desain smelter HPAL menjadi unik dan tidak bisa menggunakan filosofi Design One Build Many. Dengan kata lain, kesuksesan smelter HPAL di suatu negara belum tentu bisa diaplikasikan ke negara lain.

Alasan keempat, Arcandra menambahkan, leaching chemical (H2SO4 misalnya) yang digunakan bersifat sangat corrosive pada autoclave di tekanan tinggi dan temperature tinggi, sehingga equipment yang dipakai harus dari bahan yang anti korosi dan kadang memerlukan special alloys yang sangat mahal.

"Limbah dari proses leaching tidak ramah lingkungan. Ide untuk menyimpan limbah ini di laut dalam punya tantangan yang tidak mudah untuk direalisasikan," tambahnya.

Pemilik 6 paten di industri migas ini juga mengungkapkan, dengan berbagai risiko yang tinggi dan biaya yang sangat besar, kesuksesan dari pembangunan smelter HPAL di dunia tidak terlalu tinggi.

"Apakah semua yang dibangun bisa beroperasi sesuai harapan? Apakah rencana Capex dan Opex tidak melebihi budget yang disetujui? Apakah komposisi mineral dari biji nikel sesuai dengan yang direncanakan? Dari data yang kami pelajari, tingkat kesuksesan dari smelter HPAL tidak lebih dari 25 persen," ungkapnya.

Namun, Arcandra juga mengakui, smelter HPAL punya keunggulan. Salah satunya adalah bisa menggunakan biji nikel kadar rendah (limonite) sebagai feedstock nya. Sebelum NPI banyak dibutuhkan di China, biji nikel kadar rendah yang berada di lapisan atas banyak yang dibuang sebagai overburden. Biji nikel jenis limonite ini juga kaya akan Co (cobalt) yang dibutuhkan untuk katoda baterai jenis Nickel Manganese Cobalt (NMC).

Apakah ada teknologi selain HPAL yang mungkin lebih unggul dan dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Secara teori tentu ada? Menurut Arcandra para praktisi dan inovator sedang giat-giatnya untuk menemukan teknologi yang dimaksud. Sayangnya tidak ada jalan pintas untuk mendapatkannya selain memulai dengan kemampuan yang kita punya, kemudian bersungguh-sungguh mencari teknik dan formula terbaik.



"Strategi itu dimulai dengan mengetahui komposisi mineral biji nikel yang tersedia, lakukan laboratory test untuk metoda dan teknologi ekstrasi yang direncanakan. Selanjutnya lakukan pilot test dan baru memulai dengan membangun smelternya. Setiap proses memerlukan waktu dan setiap waktu memerlukan tenaga dan biaya. Tidak mudah," tutupnya.

Latest News

Arcandra Tahar Ungkap Tantangan Produksi Baterai Kendaraan Listrik   Arcandra Tahar Ungkap Tantangan Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Pemerintah tengah menggenjot penggunaan kendaraan listrik di Indonesia seiring dengan melimpahnya sumber daya nikel yang merupakan bahan baku penting pembuatan baterai.
Balada BUMN Serakah Bikin Vendor Buntung
Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) kembali mengeluhkan lambatnya pembayaran hasil kerja mereka oleh sejumlah BUMN karya. Akibatnya banyak kontraktor lokal yang masuk kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bangkrut.
Punya Teknologi Ini RI Bisa Genjot Pengolahan Nikel di Dalam Negeri Punya Teknologi Ini, RI Bisa Genjot Pengolahan Nikel di Dalam Negeri
Kementerian Kordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyambut baik hasil akhir uji validasi terhadap teknologi Step Temparature Acid Leach (STAL) yang dilakukan oleh tim PSDMBP Badan Geologi Kementerian ESDM, bersama tim ahli Prof Zaki Mubarok dari Kelompok Keahlian Teknik Metalurgi ITB Bandung, dan PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (TMM).
Member PT Hengtai Yuan
Member PT Indotama Ferro Alloys
Member PT Smelting
Member PT Bintang Smelter Indonesia
Member PT Meratus Jaya Iron  Steel
Member PT Cahaya Modern Metal Industri
Member PT Delta Prima Steel
Member PT karyatama Konawe Utara
Member PT Refined Bangka Tin
Member PT Central Omega Resources Indonesia
Member PT Kasmaji Inti Utama
Member PT Monokem Surya
Member PT Tinindo Internusa
Member PT Macika Mineral Industri
Member PT Indra Eramulti Logam Industri
Member PT Indonesia Weda Bay Industrial Park
Member PT AMMAN MINERAL INDUSTRI AMIN
Bersama Kita Membangun Kemajuan Industri Smelter Nasional
Switch to Desktop Version
Copyright © 2015 - AP3I.or.id All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website by IKT