logo
Short Landscape Advertisement Short ff
Bersama Kita Membangun Kemajuan Industri Smelter Nasional
News

Emil Berharap Jawa Timur Membangun Kawasan Ekonomi Khusus untuk Kejar Investasi

KABAR RAKYAT, SURABAYA - Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur harus segera pulih seperti kemajuan invetasi tahun 2020. Dimana capaian realisasi investasi angka 60 persen.

Upaya mengejar ketertinggalan, maka Jawa Timur harus membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), untuk pemicu investasi masuk.

Gubernur Emil Elestianto Dardak mengharapkan percepatan pertumbuhan ekonomi dan program KEK di acara Focus Group Discussion (FGD) Strategi Percepatan Pembangunan dan Pengelolaan KEK di Jatim.

"Kita perlu menggenjot. Kita sangat ingin perekonomian cepat pulih. Memang kita mencetak sesuatu yang luar biasa di tahun 2020," ujar Wagub Emil.

Baca Juga: Pandemi Angka Ibu Hamil Tinggi, DPRD Kota Pertanyakan Kinerja Kependudukan

Realisasi investasi Jawa Timur tahun 2020, kata Emil, peringkat ketiga dalam kontribusi realisasi investasi nasional 7,9 persen setara R34,8 triliun.

Saat ini terdapat 2 KEK. Keduanya adalah KEK Singhasari dan KEK JIPEE. Kedua kawasan ini dinilai tak beririsan. Karena satunya adalah bidang tourism dan digital sedang satunya fokus pada bidang industri 4.0 .

"Tujuannya untuk capital intensif bukan hanya sekadar labour intensif lagi. Capital intensif nantinya akan mendukung dalam persaingan pasar global saat ini," paparnya.

"Kalau memang melihat strategi, kita tidak bisa gegabah. Cuman kita harus selalu waspada. Nah keberadaan KEK disini kami harapkan bisa menarik Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)," katanya.

Baca Juga: Sebanyak 3.095 Pelamar PPPK Guru di Banyuwangi Ikuti Tes SKD

"Rencana pembangunan tol Gresik-Lamongan-Tuban nantinya akan mendukung akses bagi KEK JIPEE. Yang kita tahu disana sedang berjalan pula Proyek Strategis Nasional (PSN) yakni Smelter," kata Emil.

Termasuk tol KLBM (Krian Legundi Bunder Manyar) yang juga belum terkoneksi kesana. Sedang di KEK Singhasari, Malang yang memiliki fokus pada bidang animasi dan digital dengan luas 120 ha sudah memiliki milestone yang baik.

Animator ini mendapat pendanaan dari Bank BNI berupa KUR, untuk menbuat studio dan menghasilkan karya yang di agregasi oleh Lokanima. Lokanima adalah sebuah perusahaan yang sudah terkoneksi dengan KEK Singhasari.

Lokanima juga telah mendapat dukungan dari Viva Group dari ANTV dan ditayangkan di Telkom. Dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN, Kemenparekraf, dan Menkomarves.

Baca Juga: NGO Greenation Bersama Nelayan Kelola Sampah Laut Anorganik Pantai Pancer Banyuwangi

"Animator yang disana pun juga menyarankan untuk dibangunnya sekolah vokasi animasi. Nah kombinasi semua ini diharapkan jadi ekosistem menumbuhkan profesi digital," imbuhnya.

Dalam kondisi seperti ini, Emil menuturkan bahwa upaya marketing harus digencarkan untuk menarik para investor.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Biro Perekonomian Aris Mukiyono mengungkapkan keinginan yang sama dengan Wagub Emil untuk percepatan pembangunan dan pengelolaan KEK.**