logo
Short Landscape Advertisement Short xmas2020
Bersama Kita Membangun Kemajuan Industri Smelter Nasional
News

Tesla Bakal Beneran Kepincut! Luhut Genjot Teknologi STAL Nikel Karya Anak Bangsa: Kita Enggak Mau Main-Main...

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi inovasi pengembangan teknologi Step Temperature Acid Leaching (STAL) yang dikembangkan oleh PT Trinitan Metal and Minerals Tbk.

Menurutnya, pengembangan teknologi STAL pada nikel ore yang diproses dengan tekanan atmosfir (atmospheric pressure) mampu menghasilkan recovery nikel di atas 90 persen.

Teknologi STAL juga menghasilkan limbah yang dihasilkan lebih ramah lingkungan dan dapat dikelola kembali menjadi produk yang bernilai dibandingkan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Dimana limbah STAL menghasilkan residu Fe (besi) dan Al (aluminium) yang bisa diolah menjadi Iron Ore dan produk lainnya. Selain itu, STAL juga dinilai akan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan teknologi pengolahan nikel lainnya.

Untuk itu, Ia menyatakan dukungannya dan sangat mendorong penerapan teknologi dari hasil karya anak bangsa.

“Ini ada pengembangan teknologi baru dari anak bangsa, kita harus dukung, kita dukunglah. Saya ingin produk-produk dalam negeri terus maju,” ungkap Menko Luhut dalam keterangannya seperti dikutip redaksi INDUSTRY,co,id pada Minggu (2/5/2021).

Luhut juga berpesan kepada semua pihak agar teknologi STAL ini dapat dikembangkan terus dan diharapkan semua pihak dapat bekerja sama dengan baik.

Sementara terkait dengan investasi di bidang ini, dirinya juga berharap Indonesia dapat menarik investor yang sesuai untuk pengembangan teknologi ini.

Asal tau saja, teknologi STAL ini berfokus pada aspek ESG. Aspek ESG inilah yang digadang-gadang akan menjadi syarat utama dari para investor dunia untuk berinvestasi seperti halnya yang diharapkan juga oleh Elon Musk dan Tesla.

“Kita tidak mau main-main. Jadi makanya sekarang orang bicara soal green, jadi jangan ditipu lagi dengan data-data yang tidak benar,” tegas Luhut.

Sejatinya STAL merupakan terobosan teknologi ramah lingkungan yang dapat mendukung upaya Pembangunan Rendah Karbon. Pengembangan teknologi STAL yang menggunakan metode hidrometalurgi ini, dipandang sebagai sebuah terobosan untuk aplikasi teknologi pengolahan nikel dalam skala lebih kecil dibandingkan dengan jenis-jenis teknologi yang digunakan pada industri pengolahan logam dasar.

Teknologi tersebut dapat berbentuk secara modular dan dipandang cocok untuk diterapkan pada lokasi-lokasi yang dekat dengan wilayah pertambangan nikel (mine mouth). Dengan teknologi modular ini, dinilai besaran yang dibutuhkan akan bisa dijangkau oleh industri pertambangan pada skala yang lebih kecil dan yang banyak terdapat di Indonesia.

Desain teknologi STAL yang dikembangkan ini akan membutuhkan bijih nikel sebesar 170 ribu ton bijih nikel pertahun-nya atau 600 ton perhari untuk setiap modular STAL.

STAL dapat mengolah Nickel Ore dengan kadar rendah sampai 1.1%. Kemudian listrik yang dibutuhkan dalam menggunakan teknologi ini, yakni 1,3 mega watt hour untuk menghasilkan 1800 ton nikel.

Teknologi STAL ini akan mengembangkan aplikasi cloud monitoring dan sistem kontrol untuk semua proses manufaktur.